Penyelamatan Fosil Pulau Sirtwo, Saguling

Ketika muncul laporan bahwa air hampir mencapai lapisan fosil, kami memutuskan untuk pindah secepat mungkin. Fosil ini ditemukan oleh penduduk setempat beberapa bulan yang lalu. Kami pikir pada saat itu kami dapat meninggalkan yang satu ini karena airnya jauh lebih rendah daripada sekarang dan kami harus menyelamatkan fosil lain yang terletak jauh lebih rendah di strata. Sekarang air sudah naik 5 meter lebih tinggi karena musim hujan. Setelah berdiskusi dengan pihak-pihak yang terlibat sejak penemuan kembali fosil di daerah ini termasuk dengan IAGI, Museum Geologi dan warga masyarakat sekitar maka diputuskan bahwa fosil harus segera diselamatkan.

Posisi air di Waduk Saguling beberapa bulan lalu (kiri) dan pada saat ekskavasi 16 Januari 2022

Sayangnya, kami menemukan bahwa beberapa bagian dari fosil telah diambil oleh orang tak dikenal. Kami kehilangan semua gigi yang tersedia untuk identifikasi. Penggalian direncanakan untuk menyelamatkan tengkorak secepat mungkin sambil tetap mengingat ramalan cuaca. Kami sangat terkejut melihat bahwa fosil itu jauh lebih besar dari yang kami perkirakan. Tanduk kiri kerbau masih menempel utuh pada tengkorak. Saat itu kami mendapatkan energi tambahan untuk berpacu dengan cuaca.

Rumah penduduk setempat kini berperan sebagai tempat sementara fosil tersebut. 2 spesimen besar sedang menunggu identifikasi dan restorasi lebih lanjut.

Kini fosil tersebut diamankan di tempat sementara, menunggu rekan dari @geomuzee untuk dianalisis dan direstorasi. Semoga dengan upaya bersama kita dapat mengumpulkan tambahan pengetahuan dan informasi yang bermanfaat tentang kawasan dan katalog fosil untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Tim lapangan menuju Pulau Sirtwo bersama Pak Imam A. Sadisun, Wakil Ketua IAGI

Tim lapangan kami: Alfend Rudyawan Ph.D, Dr. Astyka Pamumpuni, Mika Rizki Puspaningrum Ph.D, Dioptri Cahyo and Nur Rochim (Teknik Geologi FITB – ITB) dan Sukiato Khurniawan MSc. (Alumni Teknik Geologi ITB sekarang dosen di Universitas Indonesia) berkoordinasi dengan tim off-field kami, Dr. Alfita Puspa Handayani (Teknik Geodesi FITB – ITB).


													

Berita Terkait

EnglishIndonesia